KH. Muhyiddin Abdusshomad, Dan 45 Tahun Mahakaryanya: Ponpes Nurul Islam (Nuris) Jember.
Tanggal 8 Agustus 2026 kemarin, Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember tepat berusia 45 tahun, 8 Agustus 1981 pukul 8 pagi, Khidmah mulia itu dimulai, karya besar itu mulai dipancangkan, Pondok Pesantren Nuris Jember lahir dari rahim Ulama muda putra Romo KH. H. Abdusshomad dan Ny. Hj. Maimunah, yakni KH. Muhyiddin Khotib yang saat itu usia beliau baru 26 tahun, 3 bulan, 3 hari, sangat belia untuk satu Himmahmulia, mendirikan Pondok Pesantren.
Baru satu tahun pernikahan beliau dengan Dr. Ny. Hj. Fatimah, M. Ag, tidak seperti laiknya pasangan baru suami istri yang masih sibuk menata rumah tangga, KH. Muhyiddin Abdusshomad muda kala itu justru gelisah dengan realitas yang ada di jember, bahwa banyak anak-anak pelajar Muslim yang bersekolah di sekolah Kristen, terlintas dalam benak beliau, alangkah baiknya jika ada Pondok pesantren yang memiliki sekolah umum agar masyarakat bisa menyekolahkan putra-putrinya di lembaga pendidikan islam yang profesional.
Menindakn lanjuti keingininan Kiai Muhyid (Begitu biasa beliau dipanggil) untuk mendirikan Pondok pesantren, beliau Sowan ke beberapa Ulama Khos di Jawa timur kala itu untuk meminta saran, diantaranya kepada KH. As’ad Syamsul Arifin (Pengasuh Pesantren Syalafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo), KH. Ahmad Siddiq (Pengasuh pesantren Telangsari Jember), KH. Hasyim Zaini (Pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid, Probolinggo). Gayung bersambut, Poro Kiai merestui dan mendukung untuk beliau mendirikan Pesantren yang memiliki sekolah umum, tidak berhenti disitu, Kiai Muhyid juga banyak berdiskusi, meminta saran, sowan kepada banyak pihak, satu tradisi Khimdah yang sangat indah dengan satu cita-cita luhur dan mulia yakni, pesatren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama tapi juga bisa ahli di bidang ilmu pengetahuan umum.
45 tahun telah berlalu, kini berdiri megah Ponpes Nurul Islam Jember, yang tidak hanya megah bangunan fisiknya, namun menjadi Mercusuar megah bagi keilmuan Islam Ala Manhaji Ahlissunnah Wal Jamaah An Nahdliyah, juga bagi keilmuan umum dan sains. Hari ini berdiri kokoh 10 lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Nuris Jember, mulai dari TPA Sekolah Alam Nurul Islam, Play Group Nuris, TK Bina Anaprasa Nuris, MI Unggulan Nuris, MTs Unggulan Nuris, SMP Nuris Jember, MA Unggulan Nuris, SMA Nuris Jember, SMK Nuris Jember hingga Perguruan Tinggi Islam jenjang S1 Ma’had Aly Nurul Islam. Satu mahakarya monumental yang lahir dari kegelisahan melihat realitas sosial, khidmah kepada Ilmu dan tanggung jawab moral yang sangat luar biasa.
Entah Tahniah yang bagaimana untuk mengungkapkan rasa terimakasih kita kepada Kiai Muhyid, untuk mengungkapkan rasa hormat kita kepada beliau, hari ini, Nuris Jember menjadi salah satu rujukan para orang tua, bukan hanya dari Jember, dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri untuk menjadi pilihan memondokkan anaknya, tempat menimba keilmuan keagmaan yang mendalam, juga pengetahuan umum dan sains yang mempuni. Dari Antirogo, pinggiran kota Jember yang awalnya hanya belasan santri hingga ribuan santri hari ini, Pesantren yang di rak buku para santrinya berjejer berbagai Kitab Turats yang bersanding dengan buku-buku Sains, pesantren yang riuh dengan Lalaran Nadhoman bait-bait kitab kuning, Murojaah hafalan Al Quran bersanding dengan wajah-wajah serius santri mempelajari rumus-rumus rumit Sains, pesantren yang santri-santrinya menjadi juara di berbagai panggung Musabaqah Qira’atil kutub, Musabaqoh Syahril Qur’an, namun juga berprestasi di ajang Olimpiade Matematika, Biologi, Bahasa, Inovasi teknologi, hingga medali dari kompetisi internasional seperti ISTEC dan capaian IMSC 2026 di Singapura kemarin. Yap, Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember. Semoga selalu sehat, umur yang barokah Romo Kiai Muhyid…
45 tahun bukan waktu yang singkat, namun sebuah perjalanan panjang bagi sebuah Himmah, Khidmah dan tanggung jawab moral, Kesyukuran 45 tahun Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) dengan tema “Menjaga Tradisi, Mempererat Silaturrahmi, Membangun Negeri” adalah pesan mendalam, bahwa Ponpes Nuris Jember, bagi para Majelis Pengasuh, Asatidz dan Asatidzah, para santri dan santriwati, bagi puluhan ribu alumni, para simpatisan, untuk tetap dalam menjaga tradisi sanad keilmuan dan menjaga tradisi Tsaqofah An Nahdliyah, mempererat silaturahmi sebagai satu kesatuan keluarga besar Nuris, dan semangat untuk terus ikut dalam membangun negeri ini, ribuan alumni Nuris yang telah dan akan terus mengisi berbagai lini kehidupan bangsa ini, Teknokrat, pemangku lembaga pendidikan Islam, pengusaha, pendidik, pejabat pemerintahan dan lainnya dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur Islam `Ala Manhaji Ahlissunah Wal Jamaah An Nahdliyah, Ada pekerti yang luhur, keilmuan keagamaan yang mumpuni dan keilmuan umum dan sains yang mendalam.
Selamat Harlah Ke-45 Tahun Pondok pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember, bagi para santri, kesyukuran ini bukan hanya untuk dirayakan sebagai seremonial, namun untuk menjadi semangat Li Jihadi Fi Thalabil Ilmi, seperti semangat belajar Romo Kiai Muhyid, bagi para Asatdiz dan Asatidzah, kesyukuran ini adalah untuk terus berkhidmah bagi Agama, Masyarakat dan Bangsa ini seperti Khidmah luar biasa beliau, dan bagi para alumni, adalah semangat untuk terus merawat dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di pondok, menjaga silaturahmi antar alumni dan Pondok, untuk tidak menjadi “Anak yang hilang”, semoga dalam usia yang ke-45 tahun ini, Pondok Pesantren Nuris Jember terus menjadi benteng kokoh bagi Tsaqofah Al Islamiyah An Nahdliyah, menjadi Ibu yang dari rahimnya lahir putera puteri terbaik bangsa yang akan berkhidmah untuk agama dan negeri ini. Amiin Ya Mujibas Saailiin….
Afif Fuad Saidi.
Walisantri Pondok Pesanten Nurul Islam (Nuris) Jember.

Comments
Post a Comment